You are currently viewing 4 Pilar Kraton Kasepuhan Cirebon Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Nama besar dan jejak sejarah keraton kasepuhan Cirebon masih terjaga dan tertata apik. Bukti sejarah dari penyebaran agama Islam di Pulau Jawa tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Tak hanya sebagai bukti sejarah, napak tilas budaya dan beberapa abdi setia keraton masih menjadi oase kearifan lokal di tengah gempuran tatanan sosial yang sudah mulai terkikis identitasnya.

Keraton Kasepuhan Cirebon, lebih dari simbol otentik sejarah. Namun syarat akan filosofi agamis serta tatanan sosial masyarakat yang ada pada masa itu. Meski demikian, filosofi tersebut masih dapat diterapkan di era masa kini.

Raden Muhammad Hafid Permadi, Kepala Bagian Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon mengatakan, secara fisik, keraton kasepuhan mengadopsi gaya Hindu dan Islam. Gapura keraton adalah bentuk bagaimana adopsi struktur bangunan ini terbentuk.

Filosofi Kasepuhan Cirebon

Sementara itu adopsi struktur Islam tercermin dari dalem keraton berupa konstruksi rumah adat Jawa yang bermuasal dari Kerajaan Demak—sentral penyebaran agama Islam yang dibawa oleh para Wali Songo. Keraton Kasepuhan Cirebon dibangun atas empat struktur utama yang menjadi penyangga kekokohan bangunan baik secara fisik maupun agama.

“Ada empat struktur utama yang menjadi penyangga kokohnya Kasepuhan Cirebon ini, yaitu Masjid sebagai pusat dakwah dan pendidikan masyarakat, Pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat, Alun-alun sebagai pusat aktifitas seni dan budaya masyarakat serta Keraton sebagai pusat pemerintahan Keraton,” jelasnya.

Guna menjaga kelestarian arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon yang mendapat sentuhan Jawa Kuno dan Eropa ini menggandeng berbagai pihak stakeholder dalam program corporate social responsibility.

Terapkan Protokol Adaptasi Baru

Di masa pandemi, pihak pengelola destinasi Keraton Kasepuhan Cirebon memberlakukan penerapan protocol kesehatan seperti wajib memakai masker, menyediakan fasilitas hand sanitizer di setiap sudutnya. Wandi Sofyan, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Pemudan Olahraga Kota Cirebon menegaskan, protokol kesehatan di berbagai destinasi diberlakukan secara ketat. Termasuk di Keraton Kasepuhan Cirebon. “Kami memiliki program ‘3M’ yang terdiri dari Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. Seluruh langkah protokol ini dilakukan karena potensi wisatawan berasal dari kawasan zona merah,” ujarnya.

Sebagai informasi kata Wandi, untuk mendukung digitalisasi pariwisata di Kota Cirebon, diluncurkan sebuah aplikasi yang memudahkan wisatawan kala berkunjung dan mengapat informasi pariwisata Kota Cirebon dapat mendownload aplikasi Cirebon Wistakon via Google Play Store.

 

Sumber : wartaevent.com