Ayo Ikuti Sayembara Kostum Reak dan Benjang Kota Bandung!

Menjelang  helaran peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18 April mendatang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung membuka sayembara pembuatan kostum reak dan benjang. Kostum tersebut akan ditampilkan pada event pariwisata Jabar yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Indonesia 2020 itu.

Sayembara ini terbuka untuk siapa saja, baik kalangan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja kreatif se-Indonesia, termasuk para seniman se-Tanah Air. Desain kostum yang dibuat yaitu kostum pemain lengkap, baik untuk nayaga, pemain Benjang Gelut, penari Topeng Benjang, pembawa umbul-umbul, penari kuda kepang, topeng kesweh, pemain topeng babadudan atau bubutaan, pemain bangbarongan, hingga busana ma’lim serta pembawa jampana.

Menurut Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung, Tris Avianti, Reak dan Benjang dipilih karena merupakan kesenian khas dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kota Bandung. Kedua jenis kesenian ini pun marak ditampilkan di Kota Bandung pada ajang-ajang kesenian rakyat, khususnya di Bandung Timur.

“Kita lihat ini benjang dan reak potensinya besar dan komunitasnya banyak. Tapi melihat kostum eksisting belum terlihat dengan bagus. Filosofinya karena ini seni rakyat jadi kostumnya kadang jadi ‘saayana’ (seadanya). Tapi Bandung kan kota desain dan banyak orang kreatif. Jadi untuk mengangkat seni tradisional kita kolaborasi dengan desainer,” papar Tris, disitat dari situs Humas Kota Bandung.

Dalam sayembara tersebut, Disbudpar menyediakan hadiah yang cukup menarik. Juara pertama akan mendapat uang tunai sebesar Rp15 juta. Sedangkan peringkat kedua dan ketiga berturut-turut sebesar Rp12,5 juta dan Rp10 juta. Ada pula dua hadiah favorit untuk pemenang keempat dan kelima sebesar Rp7,5 juta.

Teknisnya, para desainer hanya perlu mengunggah hasil kreasinya melalui website di tautan s.id/karnavalbdg dan mengirimkan file cetaknya ke Kantor Disbudpar Kota Bandung di Jalan Ahmad Yani No.227, Bandung.

“Nanti setelah ada pemenangnya, akan ada proses redesign oleh tim juri. Setelah itu kita akan buatkan prototype sesuai hasil redesign,” jelas Tris.

Selanjutnya untuk batas akhir pengumpulan karya yaitu 7 Maret 2020 pukul 23.00 WIB.

Sumber berita : Jelajah Nusae.com

 

Close Menu