Festival Durian, Warga Buru Buah Durian Lokal

PIKIRAN RAKYAT – Pesta buah durian kembali dilakukan petani durian di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, pesta durian lokal dilakukan para petani di kawasan Agromina Wisata Jaya wangi Farm Desa Gunungendut.

Pesta yang dikemas Festival Durian Kecamatan Kalapanunggal tidak hanya petani durian yang tersebar di tujuh desa. Tapi ribuan warga dan penikmat durian ruah memenuhi lokasi kegiatan. Mereka “paseudeuk-seudeuk’ berburu buah durian yang digelar dilokasi festival kali ini.

Kualitas rasa buah durian tidak kalah manis dan lezat dibandingkan durian di provinsi lainnya. Bahkan durian yang berasal dari sejumlah kebun milik petani sangat disenangi sehingga diburu para penikmat wisata kuliner.

Dari waktu ke waktu, durian lokal tersebut semakin mendapat tempat di hati para turis lokal dan luar daerah. Dampaknya positif bagi pedagang durian, terutama yang berniaga di sekitar destinasi wisata seperti Palabuhanratu.

Apalagi harganya lebih jauh murah dibandingkan dengan durian diluar Jawa. Hanya hanya kisaran sekitar Rp40 ribu dan Rp50 ribu perbutir atau Rp100 ribu untuk tiga butir.

Keistimewan durian lokal terletak pada tingkat kemanisannya yang ideal dengan rasanya yang lezat dan tekstur buahnya yang empuk.

Selain murah, ukurannya tidak terlalu besar. Tapi isinya banyak dan dagingnya tebal,”kata petani buah durian, Kalapanunggal, Endin.

Camat Kalapanunggal, Arif Solihin mengatakan festival buah durian diharapkan dapat mendorong semangat petani durian untuk lebih serius memelihara tanaman tersebut.

Sehingga festival yang akan berlangsung selama satu minggu diharapkan akan berkompetitif melakukan berbagai terobosan.

“Apalagi tidak hanya buah durian hang menjadikan Kecamatan Kalapanunggal terkenal. Tapi mempunyai potensi mengembangkan Vanili,” katanya.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan potensi Sumber Daya Alam Kabupaten Sukabumi sangat berlimpah.

Tidak hanya keindahan alam yang mempesona. Tapi tersimpan potensi wisata alam yang menakjubkan berupa, Gunung, Rimba, Laut, Pantai dan Sungai (Gurilaps).

Juga keragaman Seni dan Budaya, kata Marwan Hamami menjadi potensi yang bisa dijadikan aset sumberdaya alam dan warisan budaya yang tak ternilai.

“Kita harus mempunyai terobosan untuk mengawali kebangkitan petani di Kabupaten Sukabumi, potensi yang dimiliki ini harus didorong menjadi penyemangat karena anugrah alam ini harus kita kelola secara baik,” katanya.

Marwan Hamami mengatakan semua harus termotivasi dan memiliki daya saing khususnya dibidang pertanian. Terutama sebagai sektor strategis yang menjamin kehidupan sampai kapanpun

“Di zaman kemajuan teknologi seperti apapun kebutuhan hidup manusia ada di pertanian bukan di teknologi digital.

Kita perlu teknologi digital, tetapi harus menjadi satu keyakinan bahwa kehidupan ini akan terus membutuhkan pangan yang ketersediaannya harus terus terjamin, “katanya.

Sumber Berita : www.pikiran-rakyat.com

Close Menu